BIG CIRCLE SOCIOPRENEUR MERAMBAH PASAR GLOBAL

shares |

 BIG CIRCLE

Talk Show mengankat topik kisah sukses berbisnis yang memberi dampak sosial kepada masyarakat.







"SOCIOPRENEUR MERAMBAH PASAR GLOBAL"

Amble Footwear/AGIT BAMBANG

Dengan trend fashion yang bergeser ke arah preppy sekarang ini, cowok-cowok pun mulai banyak yang mengenakan sepatu kulit untuk gaya sehari-hari. Tak terkecuali Agit Bambang Suswanto. Lulusan Manajemen Bisnis Universitas Widyatama Bandung ini awalnya hanya hobi mengenakan dan mengoleksi sepatu kulit. Namun, lima tahun yang lalu ia melihat bahwa sepatu kulit rata-rata didominasi oleh merek luar negeri yang harganya selangit. Pada bulan Oktober tahun 2009 itulah dia memutuskan untuk mencoba berbisnis sepatu kulit.


Agit yang senang mendesain mencoba-coba mendesain 13 buah sepatu kulit dan menjualnya di Kaskus. Ternyata, sepatu-sepatu tersebut terjual hanya dalam kurun waktu tiga hari. Pertanda bahwa produk sepatu kulit memang diminati. Itulah cikal bakal didirikannya Amble Footwear, brand sepatu kulit 100% Indonesia hasil jerih payah Agit Bambang Suswanto.



Sejak SMA, Agit memang sudah tertarik berbisnis. Ia sempat beberapa kali patah semangat karena gagal berbisnis saat SMA. Agit juga sempat mencoba berbisnis waffle saat kuliah, tapi berhenti karena ketidakcocokan visi dengan rekan bisnisnya. Akhirnya, berbekal pendidikan manajemen bisnis di bangku kuliah dan kreativitas mendesain sepatu, Agit berhasil lewat Amble Footwear. Satu setengah tahun setelah didirikan, bisnis ini telah memberikan omset lebih dari 100 juta rupiah sebulan.


Agit sendiri selalu bangga bahwa produk sepatu dari bisnisnya adalah produk 100 persen Indonesia. Di setiap sepatu Amble Footwear yang diproduksi, selalu dicantumkan tulisan “Made with Proud in Indonesia”. Kebanggaan ini juga datang dari kepercayaan Agit bahwa orang Indonesia punya kemampuan untuk memproduksi sepatu kulit berkualitas. Dengan kualitas dan eksklusifitas serta harga yang cukup terjangkau untuk segmen kelas atas (rata-rata di atas 500 ribu rupiah), produk Amble Footwear sudah diekspor ke Malaysia, Singapura, serta beberapa negara Eropa.


Amble Footwear jugalah yang mengantarkan Agit menjadi finalis International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Award tahun 2012. Prestasi ini tidak lepas dari determinasi Amble Footwear untuk terus menjadi trendsetter. Maka dari itu, Agit sendiri selalu berusaha keep up dengan tren yang ada sambil terus menambahkan creative touch di tiap produknya. Dalam suatu wawancara, Agit menyatakan, “Bukan berarti harus meniru persis. Anda harus memberikan kreativitas.”

1st Line/LENY AGUSTIN

Lenny Agustin memulai karirnya di dunia fashion sejak muda. Namanya mulai dikenal ketika ia menjadi juara utama pada Lomba Merancang Busana Perkawinan Internasional pada tahun 2003. Ini membuat namanya identik dengan gaun pernikahan dan pesta.

Kecintaannya pada kekayaan budaya nusantara seperti ragam tekstil, upacara adat, kesenian tradisional, kerajinan tangan membuat Lenny Agustin selalu memasukkan unsur lokal pada karyanya.

Dalam pemilihan material, ia menyukai batik, tenun, sarung, lurik, songket, yang dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi unik yang menjadi ciri khasnya. Karya Lenny Agustin tidak hanya bisa dipakai dalam acara-acara khusus saja melainkan juga sebagai busana sehari-hari.

Lenny Agustin mengembangkan karyanya lewat lini utama yang diambil dari namanya “LENNY AGUSTIN” dan lini sekundernya yakni “LENNOR”
•••
https://www.youtube.com/watch?v=3MbWubLan3M

Artikel ini di buat saat kunjungan industri LP3I depok di METRO TV :

Penulis : Noval Andre

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar