Proposal Usaha Kewirausahaan II Japia Food "Nasi Goreng Jepang"
| 21.07 |
BAB I
PENDAHULUAN
Nasi goreng merupakan salah menu favorit di negara kita, karena hampir 100% orang Indonesia suka dengan nasi goreng. Sehingga membuka usaha dengan menjual nasi goreng merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Melihat competitor dibidang usaha kuliner khususnya nasi goreng begitu banyak, kami semakin bersemangat untuk mengembangkan usaha ini dengan meracik bumbu dan memunculkan varian rasa terbaru yang sehat dan langsung diminati para pelanggan. Usaha bisnis ini dapat kami jalankan dengan mengoptimalkan bakat, minat, hobby, kegemaran yang kami miliki, dengan niat yang baik maka usaha akan berjalan dengan lancar dan juga tentunya siap menghadapi resiko-resiko yang menghampiri.
A. Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka sekarang orang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karena pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Sebagian masyarakat , memilih makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang memiliki cita rasa yang enak dengan harga yang terjangkau dan aman untuk dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha Nasi Goreng, karena Nasi merupakan makanan pokok sehari-hari masyarakat Indonesia. Nasi Goreng ini menggunakan bumbu khusus, yaitu kecap asin dari jepang yang bernama kecap “soyu”. Selain itu bahan lain diiris seperti ukuran salad.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha Nasi Goreng, dan usaha kami tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu: NASI GORENG JEPANG. Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli NASI GORENG JEPANG kami dengan perasaan cinta kasih akan kenikmatan berbagai varian rasanya.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha Nasi Goreng, dan usaha kami tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu: NASI GORENG JEPANG. Dengan harapan pelanggan akan tertarik untuk datang dan membeli NASI GORENG JEPANG kami dengan perasaan cinta kasih akan kenikmatan berbagai varian rasanya.
BAB II
COMPANY PROFILE
A. Deskripsi Usaha
Nama perusahaan : Japia Food
Produk Utama : Nasi Goreng Jepang
Produk Pelengkap : Kripik Lumpia
Alamat Email : japiafood@gmail.com
Social media
Instagram : @japiafood
Facebook : www.facebook.com/japiakokohfood
No. Telepon : 089518500971
B. Struktur Kepengurusan
C. Job Desk
1. Owner
Membantu dalam hal penanaman modal, bekerja sama dengan anggota yang lain ketika produksi dan memberikan arahan serta masukan dalam operasional.
2. Sekretaris
Melaksanan pencatatan pada setiap kegiatan dan membantu owner untuk melaksanakan tugas-tugasnya serta membantu anggota yang lain dalam hal produksi.
3. Koki
Berperan penting dalam hal produksi yakni kreasi dan inovasi terhadap menu dan sajianya. Serta memperbaharui jenis-jenis dari menu itu sendiri.
4. Keuangan
Melakukan pencatatan terhadap keluar masuknya dana dalam operasional sehari-hari serta mempertimbangkan antara harga dengan jenis menu beserta kualitas agar tetap relevan dan seimbang sehingga tidak ada kerugian ketika melakukan penjualan. Membantu dalam hal produksi setiap harinya.
5. Produksi
Membeli kebutuhan untuk operasional serta menyiapkan tempat untuk melakukan produksi dan berperan penting dalam hal kelancaran produksi.
6. Marketing
Marketing adalah satu bagian yang memiliki peran sangat penting dalam suatu perusahaan, karena marketing memiliki fungsi untuk mencari, mendapatkan, mempertahankan dan memperbanyak konsumen serta menguasai pasar. Banyaknya konsumen yang dimiliki perusahaan menentukan banyaknya jumlah pemasukan bagi perusahaan. Semakin besar pemasukan yang berhasil didapatkan, maka perusahaan akan semakin berkembang, demikian pula sebaliknya
BAB III
STRATEGI PEMASARAN
STRATEGI PEMASARAN
A. Segmentasi Pasar
1. Geografis
Kami memulai Bisnis usaha kuliner ini dengan lokasi penjualan di Kota Depok tepatnya di Jalan Margonda Raya, karena Jalan Margonda merupakan pusat Kota Depok dengan lokasi yang sangat strategis ini karena banyak terdapat kantor, ruko, dan juga kampus.
2. Demografis
Dari segi demografis kami mengelompokan penjualan mulai dari usia remaja sampai dewasa, karena produk yang kami buat sehat dan tidak memakai bahan pengawet dan bahan kimia yang berbahaya.
3. Psikografis
Perusahaan kami mengelompokan psikografis dari segi gaya hidup, rata-rata hampir semua orang Indonesia mempunyai gaya hidup konsumtif, jadi kami melakukan segmen pasar bagi pecinta kuliner
B. Marketing Mix
1. Product
Produk kuliner yang kami produksi tergolong makanan berat, karena bahan utama dari nasi, yang kami beri nama Nasi Goreng Jepang, alasan lain kami memberi nama itu karena bahan penting lainnya menggunakan kecap soyu sebagai inovasi baru dalam Nasi Goreng tersebut
Analisa SWOT
a. Strenght (S)
· Sehat dan bergizi
· Mempunyai ciri khas, sehingga berbeda dengan yang lain
· Penyajian menarik
· Cepat, Rapih dan Bersih
· Pegawai yang cekatan
b. Weaknes(W)
· Produk yang ditawarkan belum popular
· Persaingan pasar dengan produk sejenis
c. Opportunity(O)
· Termasuk kebutuhan masyarakat yang banyak
d. Treat (T)
· Persaingan kuat dengan pedagang lain
· Kurangnya minat masyarakat terhadap produk karena belum popular
· Harga yang masih diatas rata-rata
2. Price
Adapun menu yang kami tawarkan memiliki harga yang bervariasi sesuai dengan sajian dan topping didalam nasi goreng jepang tergantung dari rasa yang dipesan oleh konsumen. Adapun daftar harga yang kami tetapkan adalah sebagai berikut:
Varian Nasi goreng jepang
|
Harga
|
Topping Ayam suir
|
Rp 20.000,-
|
Topping Sosis
|
Rp 18.000,-
|
Topping Baso
|
Rp 17.000,-
|
Topping Otak-otak
|
Rp 17.000,-
|
Topping Nugget
|
Rp 18.000,-
|
Topping Telur Mata sapi
|
Rp 18.000,-
|
Kripik Lumpia 100 gr
|
Rp 2.500,-
|
Analisa SWOT
a. Strenght (S)
· Toping yang bervariasi
b. Weaknes (W)
· Pembeli lebih suka kepada yang lebih murah
c. Opportunity (O)
· Masih sangat sedikit yang menjual Nasi Goreng Jepang
d. Treat (T)
· Persaingan harga dengan pedagang lain
3. Place
Proses peracikan bumbu dan produksinya dilakukan dirumah. Sedangkan penjualan Nasi Goreng Jepang kami lakukan di Jalan Margonda Raya Kota Depok
Analisa SWOT
a. Strenght (S)
· Tempat strategis
b. Weaknes(W)
· Ketika hujan deras , sering terjadi banjir
· Macet yang terus menerus
c. Opportunity(O)
· Banyak orang yang melintasi tempat ini
d. Treat (T)
· Persaingan dengan pedagang lain
4. Promotion
Kami melakukan promosi melalui online, karena perkembangan teknologi digital yang sudah maju dan kebanyakan orang Indonesia lebih suka yang instan. Kami melakukan promosi melalui media social seperti Instagram, Facebook, dan fanepag serta menerima orderan melalui aplikasi whatsapp dan line.
C. Positioning
Keunggulan dari produk kami mempunyai berbagai macam pilihan topping dengan harga lebih terjangkau dibanding yang lain dengan rasa yang enak karena tambahan saus soyu untuk menambah rasa khas Nasi Goreng Jepang
D. Targeting
Target pasar produk Nasi goreng jepang kami adalah usia remaja sampai dewasa.
BAB IV
PROSES PRODUKSI
A. Bahan produksi
Bahan-bahan
|
Bumbu Alus
|
Pelengkap
|
Nasi
Daun bawang
Bawang Bombay
Kol
Timun
Wortel
Jagung
Bumbu penyedap rasa
( Royko, Ladaku )
Kecap shoyu
Garam
Margarin
Minyak
Telur
Bawang bombay
Eby
Bawang putih
Kemiri
Minyak
Ayam suwir
Sosis
Nuget
Otak2
Bakso
B. Proses Pembuatan
BAB V
No
|
Keterangan
|
Harga
|
Keterangan
|
Harga
|
1
|
Beras Pera 1lt
|
Rp. 10.000,-
|
Timun
|
Rp. 3.000,-
|
2
|
Daun Bawang
|
Rp. 5.000,-
|
Tomat
|
Rp. 3.000,-
|
3
|
Bawang Bombay 1/4
|
Rp. 7.000,-
|
Eby 2 Pcs
|
Rp 3.000,-
|
4
|
Bawang Putih
|
Rp. 5.000,-
|
Ladaku
|
Rp 2.000,-
|
5
|
Telur ¼
|
Rp. 6.000,-
|
Royko
|
Rp 2.000,-
|
6
|
Jagung 2 Buah
|
Rp. 6.000,-
|
Garam
|
Rp 2.000,-
|
7
|
Wortel
|
Rp. 5.000,-
|
Bawang Goreng
|
Rp 5.000,-
|
8
|
Kol
|
Rp. 5.000,-
|
Kemiri
|
Rp 2.000,-
|
9
|
Minyak Goreng 1/4
|
Rp. 3.500,-
|
Soyu
|
Rp 25.000,-
|
10
|
Gas Tabung
|
Rp. 20.000,-
|
Margarine
|
Rp 5.000,-
|
11
|
Topping
|
Rp 50.000,-
| ||
12
|
Jumlah
|
Rp. 177.500,-
| ||
Pendapatan
|
Pengeluaran
| ||
Modal awal
|
Rp 180.000,-
|
Belanja Hari 1
|
Rp 177.500,-
|
Income hari 1
|
Rp 70.000,-
|
Belanja Hari 2
|
Rp 49.000,-
|
Income hari 2
|
Rp 172.000,-
|
Belanja Hari 3
|
Rp 50.000,-
|
Income hari 3
|
Rp 43.000,-
|
Belanja Hari 4
|
Rp 39.000,-
|
Income hari 4
|
Rp 50.000,-
|
Belanja Hari 5
|
Rp 50.000,-
|
Income hari 5
|
Rp 30.000,-
| ||
Rp 545.000,-
|
Rp 365.500,-
| ||
Income selama satu minggu Rp 545.000,-
Pengeluaran satu minggu Rp 365.500,-
Profit Rp 179.500 Dari analisis data diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa bisnis ini membawaa keuntungan yang memiliki prospek baik kedepannya.
BAB VI
KESIMPULAN
#yonatan
#ap
#201






0 komentar:
Posting Komentar