Yasai Korokke

shares |

PROPOSAL USAHA

“YASAI KOROKKE“


Kalau Ini Enak Kenapa Harus Yang Lain….

Di susun oleh :

Nama NIM

Annisa Lestari 140113070126

Dalilah Hanum 140113070123

Sriyaumadina 140113070069

Kelas : AP204

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas pertolongan dan

hidayah-Nya yang tak terhingga kepada penyusun sehingga dapat menyusun Proposal Usaha

“YASAI KOROKKE“ ini, untuk diajukan dalam Praktek Proposal Usaha tahun 2016.

Praktek Proposal Penawaran ini merupakan ajang bagi mahasiswa untuk unjuk

keterampilan atau kompetensi di bidang marketing.

“YASAI KOROKKE” merupakan bisnis yang akan kami jalankan dan mudah-mudahan

dapat berkembang serta dapat diaplikasikan nanti pada saat kami benar-benar terjun menjadi

Demikian pengantar ini kami sampaikan, kami mengucapkan terimakasih atas semua

dukungan dan kerjasama yang diberikan hingga selesainya proposal ini.

Depok, 10 Juni 2016

Penyusun

(Kelompok 4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 5

1.1. Latar Belakang 5

1.2. Misi dan Visi 6

1.2.1. Misi 6

1.2.2. Visi 6

1.3. Struktur Organisasi 6

1.4. Tugas dan Fungsi (Job Description) 7

1.4.1. Bagian Produksi 7

1.4.2. Bagian Pemasaran 7

1.4.3. Bagian Administrasi dan Keuangan 7

1.5. Persyaratan (Job Specification) 7

1.5.1. Bagian Produksi 7

1.5.2. Bagian Pemasaran 8

1.5.3. Bagian Adminstrasi dan Keuangan 8

BAB II PEMBAHASAN 9

2.1. Segmentasi Pasar 9

2.1.1. Demografi 9

2.1.2. Psikografi 9

2.1.3. Geografis 9

2.2. Produk 10

2.2.1. Strenght (Kelebihan) 11

2.2.2. Weakness (Kelemahan) 11

2.2.3. Opportunity (Peluang) 11

2.2.4. Threath (Ancaman) 11

2.3. Price (Harga) 11

2.3.1. Strenght (Kelebihan) 11

2.3.2. Weakness (Kelemahan) 11

2.3.3. Opportunity (Peluang) 12

2.3.4. Threath (Ancaman) 12

2.4. Promotion (Promosi) 12

2.4.1. Strenght (Kelebihan) 12

2.4.2. Weakness (Kelemahan) 12

2.4.3. Opportunity (Peluang) 12

2.4.4. Threath (Ancaman) 12

2.5. Place (Tempat/Distribusi) 13

BAB III HARGA 14

BAB I

PENDAHULUAN

Di era modern ini penulis melakukan riset, tentang banyaknya jumlah

pengangguran dan kurangnya pengetahuan di masyarakat, untuk memanfaatkan peluang

bisnis.. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan akan pemanfaatan sumber daya yang

ada dan menyebabkan semakin meningkatnya krisis ekonomi di masyarakat Indonesia.

Banyak masyarakat di era ini tidak memiliki pengetahuaan tentang bagaimana cara

membuka peluang bisnis baru yang menguntungkan dan dapat meningkatkan

Kami menciptakan produk yang memiliki nilai jual, kami membuat makanan

“YASAI KOROKKE” makanan ini berbahan dasar kentang yang sangat mudah di

dapatkan, akan tetapi masyarakat kurang pengolahannya, sehingga tidak menyadari bahwa

kentang ini jika diolah menjadi makanan yang menarik dapat memiliki harga jual yang

cukup tinggi dan banyak ditanam di Indonesia. Kentang tersebut memiliki kandungan

nutrisi, sumber pati, vitamin dan serat. Selain itu berguna juga sebagai pengganti nasi.

Karena kadar gula yang terkandung dalam kentang lebih rendah dibandingkan kadar gula

yang terkandung dalam nasi.

Kentang tumbuh sekitar 12 sampai 18 inci, dan banyak dimanfaatkan umbinya yang

berada didalam tanah. Umbi biasanya berbentuk bulat, oval atau lonjong dan ukurannya

sangat bervariasi. Daging kentang secara umum berwarna terang putih,  merah mawar atau

cokelat muda, tergantung pada varietas dan tekstur kelembaban. Ada varietas kentang yang

memiliki tekstur khusus seperti mentega. Dan kami menggunakan daging kentang yang

berwarna cokelat muda. Karena di daerah kami yang banyak ditemui kentang berwarna

Dalam memilih kentang, carilah umbi kentang dengan tekstur yang baik, utuh dan

memiliki lapisan kulit permukaan yang halus, bukan kering. Ummnya memiliki banyak

“mata” pada permukaannya. Hindari kentang yang terasa lembut di tangan, dengan banyak

bekas luka, atau memar. Kentang  harus disimpan di tempat yang sejuk, kering dan gelap.

Paparan sinar matahari dan kelembaban yang berlebihan akan menyebabkan kentang dapat

Maka dari itu kami membuka usaha dengan nama “P.T KLADD”. Dan produk

unggulan kami “YASAI KOROKKE”.

Menjadikan usaha ini yang unggul dan agar orang-orang menyukai sayuran.

1. Memberikan pelayanan yang terbaik.

2. Berinovasi dalam mengembangkan bermacam-macam bentuk Yasai Korokke.

1.3. Struktur Organisasi

Dalilah Hanum

Manajer

Sriyaumadina

Produksi

1.4. Tugas dan Fungsi (Job Description)

Dalilah Hanum

Pemasaran

Annisa Lestari

Administrasi Dan Keuangan

1.4.1. Bagian Produksi

1. Memastikan bahan-bahan yang dibeli berkualitas.

2. Memastikan tidak ada bahan-bahan yang berbahaya didalam bahan tersebut.

3. Mencuci bahan makanan harus bersih dan di air yang mengalir.

4. Memotong bahan tersebut sama rata agar terlihat lebih menarik.

5. Menyatukan semua bahan-bahan yang sudah dipersiapkan.

6. Mengaduk semua bahan agar tercampur rata.

7. Menumbuk kentang hingga kalis.

8. Menumis isi dari makanan hingga harum dan matang.

9. Menggoreng bahan tersebut hingga berwarna kuning keemasan dan perhatikan

teksturnya.

1.4.2. Bagian Pemasaran

1. Membuat stiker.

2. Penyajian makanan yang menarik.

3. Mempromosikan produk melalui media sosial.

1.4.3. Bagian Administrasi dan Keuangan

1. Membuat rincian harga.

2. Memastikan pengeluaran dan pemasukan.

3. Menghitung keuntungan yang didapat.

1.5. Persyaratan (Job Specification)

1.5.1. Bagian Produksi

1. Dapat memasak.

2. Mengetahui bahan-bahan yang digunakan.

3. Kreatif dan inovatif.

1.5.2. Bagian Pemasaran
1. Mengerti dan memahami aplikasi untuk mengedit.

2. Kreatif dalam membuat desain produk.

1.5.3. Bagian Adminstrasi dan Keuangan

1. Dapat membuat laporan keuangan.

2. Bertanggung jawab.

3. Teliti.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Segmentasi Pasar

2.1.1. Demografi

Secara pasar kami menjual pada kalangan penggemar kuliner, mahasiswa

dan anak-anak karena dengan sasaran itu kami dapat dengan mudah memperoleh

informasi pasar.

2.1.2. Psikografi

Yasai korokke membidik sasaran masyarakat dari segmentasi yang tidak

terlalu menyukai sayuran dan produk kami memiliki berbagai bentuk variasi yang

berbeda.

2.1.3. Geografis

1. Wilayah yang kita jadikan target yaitu wilayah Depok dan sekitarnya.

Alasannya karena selama ini olahan kentang hanya digunakan untuk bahan

masakan berkuah dan gurih.

2. Kami mencari apa yang diinginkan masyarakat makanan yang unik, maka kami

memanfaatkannya dengan cara membuat makanan yang terbuat dari bahan baku

kentang.

2.2. Produk

Produk yang kami jual adalah “Yasai Korokke” yang merupakan makanan selingan

sehari-hari.

1. Bahan Baku Produk

1)

2) Terigu terigu

3) Telur

4) Susu bubuk

5) Kentang

6) Tepung maizena

7) Tepung panir

8) Mika

9) Minyak

10) Garam

11) Wortel

12) Buncis

13) Brokoli

14) Bawang merah

15) Bawang putih

16) Pala bubuk

17) Merica

18) Penyedap rasa

2. Proses Pembuatan

1) Bersihkan kentang, wortel, buncis dan brokoli lalu cuci sampai bersih.

2) Kukus kentang hingga matang.

3) Setelah kentang matang dinginkan dahulu lalu tumbuk hingga halus.

4) Tumiskan wortel, buncis dan brokoli lalu tunggu sampai matang dan jangan lupa

masukkan bawang putih, bawang merah, pala bubuk, garam, gula, merica.

5) Setelah matang lalu diamkan hingga dingin.

6) Setelah kentang halus lalu tambahkan dengan 1 sdm susu bubuk, tepung maizena

dan ¼ sdt pala bubuk lalu aduk hingga tercampur rata.

7) Bentuk kentang sesuai selera dan masukan isiannya.

8) Lalu taburi dengan terigu, telur dan tepung panir.

9) Lalu goreng hingga matang.

10) Sajikan dalam kemasan.

2.2.1. Strenght (Kelebihan)

1. Produk ini cocok untuk masyarakat yang menyukai sayuran dan yang tidak

menyukai sayuran.

2. Produk tidak menggunakan bahan kimia.

3. Bentuk variasinya bermacam-macam.

4. Produk ini bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

2.2.2. Weakness (Kelemahan)

1. Produk tidak tahan lama.

2. Mudah ditiru karena proses pembuatannya yang sangat mudah.

2.2.3. Opportunity (Peluang)

1. Produk ini akan diterima di pasaran karena masih jarang produsen yang

menawarkan produk yang sama.

2. Produk ini mampu bersaing di pasaran.

2.2.4. Threath (Ancaman)

Adanya pesaing yang yang menjual produk ini dengan harga yang lebih murah.

2.3. Price (Harga)

Harga perporsi Rp. 6.000,00 karena harga ini sangat terjangkau dan relative murah.

2.3.1. Strenght (Kelebihan)

1. Harga terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

2. Produk ini dapat menghasilkan keuntungan yang bisa menggantikan modal

awal.

2.3.2. Weakness (Kelemahan)

Banyak yang beranggapan harga produk ini terlalu mahal.

2.3.3. Opportunity (Peluang)

Dengan harga yang terjangkau mudah bersaing di dunia pasar.

2.3.4. Threath (Ancaman)

Sudah banyak pesaing yang menjual dengan harga yang lebih murah.

2.4. Promotion (Promosi)

Dalam melakukan promosi produk ini dengan menempelkan stiker di sekitar

Kampus LP3I Depok dan lingkungan sekitar kampus. Dan mempromosikannya melalui

sosial media seperti instragram.

2.4.1. Strenght (Kelebihan)

1. Untuk orang yang mencari produk ini dapat dicari dengan mudah di sosial

media.

2. Jika ingin memesan dapat langsung menghubungi contact person yang ada di

sosial media.

2.4.2. Weakness (Kelemahan)

1. Bagi masyarakat yang tidak bisa menggunakan media sosial tidak bisa memesan

produk ini dan melihat produk ini di sosial media.

2. Faktor lokasi yang kurang strategis.

2.4.3. Opportunity (Peluang)

Banyak orang yang dengan mudah mendapatkan produk ini melalui sosial media.

2.4.4. Threath (Ancaman)

1. Mudah ditiru.

2. Mudah di hack di sosial media.

2.5. Place (Tempat/Distribusi)

Tempat yang kami pilih yaitu Kampus LP3I Depok, karena letaknya yang strategis

dekat dengan jalan raya.

BAB III

HARGA

Biaya Bahan :

Kentang 1 kg 9000/kg Rp 9,000

Brokoli 3 bongkol 3000/kg Rp 9,000

Buncis ¼ kg 2000/kg Rp 2,000

Wortel ½ kg 2000/kg Rp 2,000

Minyak Goreng 1 liter 8000/kg Rp 8,000

Tepung Terigu ½ kg 6000/kg Rp 6,000

Tepung Panir ¼ kg 4000/kg Rp 4,000

Susu Shacet 1 shacet 2000/shacet Rp 2,000

Telur 2 butir 4000/buah Rp 4,000

Pala Bubuk 1 shacet 500/shacet Rp 500

Garam 1 shacet 500/shacet Rp 500

Merica Bubuk 1 shacet 1000/shacet Rp 1,000

Penyedap Rasa 1 shacet 500/shacet Rp 1,000

      Rp 49,000

Biaya Pemasaran :     

Stiker 1 lembar Rp 1,000 Rp 1,000

Kemasan 15 pcs Rp 1,000 Rp 2,500

      Rp 3,500

Biaya Peralatan :     

Gas     Rp 15,000

      

Total     Rp 67,500

 Rp 67,500 x 30% = Rp 20,250

 Rp 67,500 + Rp 20,250 = Rp 87,750 / 15 = Rp 5,850

  = Rp 87,750 / 15 = Rp 6,000/pcs

Lampiran






DALILAH HANUM

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar