| 12.30 |
Usaha yang paling Cocok untuk Bulan Puasa
1.Makanan Takjil
Segala jenis makanan yang disajikan
pada saat berbuka puasa atau biasa disebut dengan takjil selalu menjadi
incaran. Berbagai jenis makanan, seperti risol, bakwan, tempe goreng,
tahu goreng, pisang goreng, kroket, pastel, martabak, asinan, kolak, dan
bubur sum-sum menjadi incaran orang-orang yang ingin berbuka puasa.
Tidak hanya makanan kecil saja yang
berani dijajakan, tetapi juga makanan berat, seperti ayam goreng,
pepesan tahu, pepesan ikan, gudeg, daging serundeng, sayur singkong,
telur balado, orek tempe, sampai mie goreng juga disajikan para penjual
dadakan.
Fenomena bulan puasa di setiap tahun
memang selalu mengejutkan masyarakat dengan banyaknya para penjual
dadakan mulai dari yang menggelar meja di depan rumah sampai membuka
lapak di sekitar lahan yang strategis, sehingga terkadang membuat
kemacetan jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang ngabuburit mencari
bukaan puasa.
Larisnya dagangan makanan berbuka puasa
tersebut menjadi incaran karena harga yang ditawarkan pada berbagai
jenis makanan tersebut masih dapat terjangkau masyarakat, mulai dari Rp
500-15.000 tergantung pada jenis makanannya.
Berdasarkan pengakuan dari beberapa
para penjual makanan tersebut, terutama yang mendadak baru berjualan di
bulan puasa ini mereka bisa mengambil keuntungan dua kali lipat atau
lebih. Kebanyakan para penjual adalah ibu-ibu yang langsung turun tangan
memasak sekaligus bejualan dengan modal yang bervariasi sekitar Rp
300.000- 1 juta.
2. Minuman Berbuka Puasa
Ramainya jalanan menjelang berbuka
puasa juga dikeliling oleh penjual minuman. Berbagai jenis minuman,
seperti es teh, es kelapa, es campur, es buah, sop buah, es pisang ijo,
segala macam jus buah juga menjadi buruan orang-orang yang akan berbuka
puasa.
Penjual minuman ini selalu saja bisa
ditemukan di sepanjang jalan dengan bermodalkan gerobak dan hampir
selalu ramai dikerubuti orang-orang yang mengincar minuman. Harga yang
ditawarkan juga masih terbilang cukup murah, mulai dari Rp 2.000-8.000
per gelas atau per bungkusnya.
Para penjual minuman ini memang
merupakan penjual yang sudah biasa berjualan minuman jauh sebelum
datangnya bulan puasa. Modal yang dikumpulkan untuk menjual dagangan
minumannya pun tidak terlalu besar, mulai dari Rp 200.000-750.000.
Seperti halnya makanan, para penjual minuman pun biasanya juga bisa
meraup keuntungan dua kali lipat atau lebih dari besarnya modal.
3. Kue Lebaran
Memasuki bulan suci ramadan, masyarakat
tentunya juga menunggu datangnya hari kemenangan di Hari Raya Idul
Fitri. Di hari kemenangan tersebut, masyarakat menyiapkan segala
hidangan yang akan disajikan kepada para tamu yang akan berkunjung ke
rumahnya.
Salah satu sajian yang wajib disajikan
di setiap rumah adalah kue lebaran. Beberapa jenis kue yang biasa
disajikan seperti kue kacang, kue nastar, kue keju kastengel, kue satu,
kue sagon, kue putri salju, kue kumis kucing, dan beberapa kue khas asal
daerah masing-masing pemilik rumahnya.
Bagi ibu-ibu yang gemar membuat kue,
hal ini tentunya bisa menjadi keuntungan bagi mereka karena tidak semua
orang bisa membuat kue yang enak untuk disajikan di rumahnya. Hobi
membuat kue ini bisa memberikan keuntungan karena biasanya mereka bisa
mendapatkan keuntungan kurang lebih dua kali lipat dari modal yang telah
dikeluarkan untuk membeli bahan-bahannya.
Modal yang biasanya dikeluarkan oleh
ibu-ibu yang gemar membuat kue ini tergantung dari jumlah pesenan kue
kepada mereka. Berdasarkan perkiraan mereka, biasanya modal yang
dikeluarkan berkisar antara Rp 1-1,5 juta.
Berdasarkan modal tersebut, mereka
memberikan harga kue sesuai dengan jenis kue dan ukuran toplesnya dari
ukuran ¼ kg – ½ kg. Harga untuk kue berukuran toples ¼ kg biasanya
berkisar antara Rp 25.000-35.000, sedangkan untuk ukuran toples ½ kg
harganya antara Rp 50.000-80.000.
4. Busana Muslim
Dimulai dari bulan suci ramadan,
seringkali terlihat jelas dari tampilan para wanita yang tiba-tiba
tergerak untuk mengenakan busana muslim atau biasa disebut dengan hijab.
Bagi muslimah yang saat ini berani tampil fashionable sejalan dengan
perkembangan mode kini bisa hadir dengan berbagai tampilan, seperti
kerudung, jilbab, bergo, inner ninja, asesoris bros, shawl, kaftan,
kimono dress, victorian dress, half batwing dress, hareem pants, dan
berbagai model busana tertutup lainnya.
Muslimah yang saat ini berani tampil
gaya mengikuti perkembangan mode menjadi semakin kreatif untuk merancang
busana muslim yang tetap terlihat catchy, namun tetap tidak melanggar
kaidah agamanya. Mereka juga memanfaatkan bulan suci ini untuk mengajak
wanita untuk berhijab dengan menawarkan busana-busana muslim yang
memiliki style, tapi tetap terjangkau harganya.
Harga yang dipasang untuk busana muslim
yang berani tampil gaya ini mulai dari harga Rp 30.000-70.000 pada
berbagai jenis kerudung serta Rp 150.000-250.000 untuk model-model
busana muslim. Modal yang harus dikeluarkan oleh pebisnis busana muslim
ini sekitar Rp 10-20 juta sesuai dengan jumlah pesanan atau barang
dagangan yang berani mereka tawarkan.
Dari modal tersebut, biasanya mereka
bisa meraup keuntungan Rp 3-7 juta tergantung pada ramainya penjualan
yang biasanya menggunakan sistem ready stock dan pre-order.
5. Perlengkapan Ibadah Sholat
Gencarnya umat muslim yang sedang menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya di bulan suci.
ria apriani
ap 203
http://suksesbisnisusaha.com/tips-usaha/tips-usaha-yang-paling-cocok-untuk-bulan-puasa


0 komentar:
Posting Komentar