| 22.08 |
Beternak Kelinci Sebagai Sumber Pendapatan
Ada banyak cara untuk memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan
perekoomian. Salah satunya adlah apa yang telah dilakukan waraga desa
sendang sari Minggir jogja yang menghimpun diri untuk membuat kelompok
peternakan kelinci.
Alasan pengembangan usaha peternakan kelinci adalah untuk pemberdayaan
masyarakat yang kurang mampu. Terlebih lagi untuk bahan makanan kelinci
yang tidak terlalu sulit dan mahal yaitu berupa rumput.
Salah satunya adAlah Suharyanto, Yang tinggal di dukuh bandan desa sendangsari kecamatan minggir kabupaten Sleman. Alasan pemilihan jenis ternak kelinci ini adalah karena perawatannya mudah, yaitu pakannya Cuma rumput. Pakan tambahan katul, untuk penggemukkan.
Salah satunya adAlah Suharyanto, Yang tinggal di dukuh bandan desa sendangsari kecamatan minggir kabupaten Sleman. Alasan pemilihan jenis ternak kelinci ini adalah karena perawatannya mudah, yaitu pakannya Cuma rumput. Pakan tambahan katul, untuk penggemukkan.
Sebelum memulai ternak kelinci, Suharyanto mengunjungi peterna-peternak
kelinci dengan skala besar dan cukup lama menggeluti usaha ini untu
bertanya mengenai prospek usaha tersebut. Menurut mereka, usaha ternak
kelinci prospeknya sangat bagus. Bukan Cuma dagingnya saja yang bisa
dimanfaatkan tetapi kotorannya juga laku dijual, misal urin dan kotoran
padat.
Dari segi produksi ternaknya, sepasang indukan bisa mengalami masa kawin
3 kali dalam setahun. Kawin bunting 1 bulan, lahir hingga usia anakan 2
bulan bisa dijual. 1 minggu s.d 10hari, indukan bisa dikawinkan lagi.
Sekali melahirkan, setiap indukan bisa menghasilkan rata-rata jumlah
anakan bisa mencapai 6-7 ekor. Jenis bibt bermacam-macam, yaitu:
- Jenis ram, khusus untuk kelinci peternak atau pembibitan, diperoleh dari peternak pembibitan
- Jenis bigon, khusus untuk kelinci pedaging atau konsumsi (sate atau tongseng), hasil persilangan antara jawa dengan ram, yang diperoleh dari peternak.
Awal Modal pertama 1 babon/indukan, setelah berjalan beberapa waktu kok
dirasa mudah, akhirnya menambah 1 indukan lagi. Seorang famili melihat
prospek kelinci tersebut tertarik untuk memberi modal. Modal untuk
kandang 2juta, bibit 3 juta, kandang kecil 1juta dan sekarang mencapai
15 ekor indukan pada akhir januari 2009.
Untuk Pakan kelinci adalah rumput: biasanya mencari sendiri karena di
lingkungan sekitar banyak, dan sebelum diberikan ke kelinci harus
dibiarkan dahulu sampai layu karena rumput dalam kondisi segar dan basah
mengandung banyak air sehingga bisa mengakibatkan kelinci kembung yang
cukup riskan untuk kesehatan kelinci.
Untuk merangsang pertumbuhan kelinci pedaging, diberi makan katul dan
ampas gandum. Sedangkan peternak besar biasanya katul dicampur ampas
tahu yang sudah diperas, komposisi ini lebih bagus untuk kelinci. Biaya
pakan, katul Rp1600/kg, untuk 15 indukan butuh 10kg/minggu.
Penyakit Kelinci
Dalam beternak kelinci, hal yang paling penting unutk diperhatikan adalah kebersihan kandang karena akan menjauhkan unsur penyakit, terutama gudik/korengan. Kelinci sangat riskan dengan penyakit gudik, bila sudah terlanjut terjangkiti maka tinggal disuntik dengan wermaisin sehingga koreng bisa langsung kering.
Dalam beternak kelinci, hal yang paling penting unutk diperhatikan adalah kebersihan kandang karena akan menjauhkan unsur penyakit, terutama gudik/korengan. Kelinci sangat riskan dengan penyakit gudik, bila sudah terlanjut terjangkiti maka tinggal disuntik dengan wermaisin sehingga koreng bisa langsung kering.
Yang kedua, harus teliti dalam mengamati kesehatan kelinci. Apabila
kondisi kotoran kelinci dalam kondisi cair, harus segera ditangani.
Kesulitan yang dihadapi dalam beternak kelinci, mayoritas peternak
mengalami kesulitan dalam proses melahirkan anakan-anakan kelinci,
terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu atau pergantian suhu yang
signifikan.
Bila kondisi stabil dalam kondisi suhu panas atau dingin dalam waktu
yang cukup lama, kondisi ini bagus dan mempermudah bagi indukan yang mau
melahirkan. Tetapi bila kondisi suhu yang berubah-ubah cukup drastis,
hal ini akan menyulitkan indukan ketika mau melahirkan.
Dalam manajemen usahanya, setiap pengeluaran selalu dicatat. Begitu
pula, jumlah indukan dan jumlah anakan yang baru lahir. Setiap kelahiran
anakan selalu disisakan 1 ekor untuk regenerasi, lainnya dijual.
Organisasi usaha belum ada karena masih ditangani sendiri. Hanya saja,
tergabung dalam kelompok peternak dan sudah tercatat di PPL Kecamatan
Minggir.
Pemasaran
Sebelum melakukan pemasaran menjalin hubungan dengan peternak-peternak besar, selalu konsultasi atau crosscheck dengan peternak-peternak besar karena peternak-peternak besar sering kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen langsung (end user).
Sebelum melakukan pemasaran menjalin hubungan dengan peternak-peternak besar, selalu konsultasi atau crosscheck dengan peternak-peternak besar karena peternak-peternak besar sering kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen langsung (end user).
Untuk Jenis Kelinci hias, ada beberapa jenis dan paling diminati adalah
three colour (3 warna) dan segmennya adalah menengah ke atas. Papilon
atau dua warna. Martin, bagian atas hitam dan perut putih.
Kelebihan kelinci hias, bulunya halus. Jenis vlam, postur tubuhnya
panjang dan besar serta mempunyai telinga yang lebar. Jenis spot, spot
hitam dan spot merah, termasuk kelinci unggulan. Jenis vlam dan spot
termasuk kelinci yang banyak diminati oleh hobiis.
Kompetitor
Diantara peternak kelinci tidak ada rasa persaingan dan setiap peternak selalu menjalin kerjasama dengan peternak lain. Terutama peternak-peternak besar selalu mau membantu atau memberi bimbingan kepada peternak-peternak pemula dalam menjalankan usaha ini.
Diantara peternak kelinci tidak ada rasa persaingan dan setiap peternak selalu menjalin kerjasama dengan peternak lain. Terutama peternak-peternak besar selalu mau membantu atau memberi bimbingan kepada peternak-peternak pemula dalam menjalankan usaha ini.
Harga
Harga kelinci tergantung usianya. Jenis vlam atau spot ukuran besar dengan usia 2 bulan bisa mencapai Rp150.000/pasang. Ukuran sedang Rp60-70ribu/pasang. Bligon (jawa-vlam) usia 2 bulan Rp40-50rb. Kalo indukan, bligon diatas 160rb/ekor tergantung postur tubuh. Spot dan vlam indukan diatas Rp200rb, tergantung postur tubuhnya juga.
Harga kelinci tergantung usianya. Jenis vlam atau spot ukuran besar dengan usia 2 bulan bisa mencapai Rp150.000/pasang. Ukuran sedang Rp60-70ribu/pasang. Bligon (jawa-vlam) usia 2 bulan Rp40-50rb. Kalo indukan, bligon diatas 160rb/ekor tergantung postur tubuh. Spot dan vlam indukan diatas Rp200rb, tergantung postur tubuhnya juga.
Pemasaran hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan peternak besar dalam
melayani klien mereka dan bila terjadi kesepakatan harga, jika jumlahnya
sedikit, kelinci bisa diantar atau pembeli (peternak besar) ambil
sendiri jika jumlahnya cukup banyak.
Vlam dan spot usia 4-5 bulan Rp150-200rb/ekor, tergantung ukuran dan
kondisi fisik. Bligon usia 4-5 bulan Rp50-60rb/ekor. Rex three color
4-5bulan Rp100-150rb, tergantung ukuran dan kondisi fisik.
Keuangan. Omset siklus produksi 3 bulan, dalam kondisi lancar, setelah
masa bunting 1 bulan dimana rata-rata setiap 1 indukan menghasilkan 6
ekor anakan≈3 pasang dan 2 bulan kemudian anakan dijual dengan harga
Rp60rb/pasang. Sebagai pemula, dengan kondisi suhu yang selalu
berubah-ubah, tingkat kelahiran sangat kecil. Dari 6-7 ekor yang lahir
hanya berhasil 2 ekor.
Nama : Mira Dian Putri
Sumber : Panduanim.com


0 komentar:
Posting Komentar