RUMAH KINTAN "CRAFT" - SUKSES DENGAN BARANG BEKAS
| 21.25 |
![]() |
| bersama Mas Mully |
Selain melukis di alat-alat dapur, beliau juga bisa melukis di sepatu, melukis di dinding (mural), membuat handycraft, membuat souvenir yang unik, woodcraft, lampion, dan masih banyak lagi. Dari hobi yang beliau miliki itulah pada akhirnya beliau putuskan untuk dipasarkan.
![]() |
| barang bekas yang sudah di daur ulang |
Untuk membuka usaha Rumah Kintan “Craft”, beliau hanya mengeluarkan modal awal sebesar dibawah Rp 50.000,-. Dari modal tersebut beliau membeli bahan-bahan seperti kuas dan cat air khusus untuk melukis di alat-alat bekas pakainya. Dengan modal yang tidak terlalu besar, beliau dapat memasarkan karyanya kepada orang banyak.
Beliau berjualan di Pasar Pagi Juanda pada hari Minggu pada pukul 07.00 – 12.00 WIB. Untuk menyewa tempat beliau perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 150.000,- per hari. Dalam sehari karya beliau hanya beberapa yang terjual. Tetapi, mayoritas orang memesan karya beliau dalam jumlah yang banyak. Contohnya, ada beberapa sekolah, komunitas, sanggar, dan ibu rumah tangga memesan karya beliau untuk kepentingan masing-masing. Beliau memilih usaha ini karena berasal dari hobi yang beliau tekuni sejak masih sekolah menengah atas.
![]() |
| talenan dan botol bekas |
Untuk menarik perhatian pembeli, beliau memajang karya yang telah dibuatnya dalam berbagai macam bentuk, warna, dan gambar. Selama berjualan beliau tidak merasa takut tersaingi dengan pedagang lainnya. Hal itu dikarenakan hanya produk beliaulah yang berbeda dengan yang lain.
![]() |
| kaleng yang di lukis |
Beliau mengaku rata-rata pendapatan dalam sehari yang di dapat sekitar Rp 300.000,- sampai Rp 500.000,-. Pendapatan tersebut belum termasuk barang pesanan dari sekolah, sanggar, komunitas, dan lainnya. Sampai saat ini beliau belum pernah merasa kerugian, karena produk yang dijualnya sangatlah praktis. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa usaha yang sedang dijalani ini sangatlah menguntungkan.
Selama berjualan di pasar pagi Juanda Depok beliau mengatakan tidak ada kendala yang serius. Hanya saja kendala yang di alami beliau adalah membawa karya-karyanya ke tempat beliau berjualan dengan mengendarai sepeda motor.
![]() |
| selca dengan Mas Mully |
Selain berjualan alat-alat bekas pakai yang di jadikan dekorasi ruangan beliau juga memiliki usaha lain. Beliau memiliki sanggar tersendiri untuk mengajarakan anak-anak melukis di barang-barang bekas pakai sehingga dapat di daur ulang dengan baik. Nama sanggarnya pun sama dengan usaha yang dimilikinya yaitu Rumah Kintan “Craft”.
Saat ini beliau berharap dapat membuka studio untuk mengembangkan usahanya. Karena dirumahnya sudah tidak cukup untuk meletakkan barang-barang yang akan beliau daur ulang.
Semoga saja harapan Mas Mully dapat terkabul ya guys, aamiin ~ ^^
Penulis : Thahara Adzania






0 komentar:
Posting Komentar