Kunjungan ke Museum Bank Indonesia Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan

shares |


Bank dan Lembaga Keuangan adalah mata kuliah yang saya pelajari di semester tiga dengan dosen pembimbing Bapak Dachi.
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa untuk mendukung kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana, seperti jasa pemindahan uang (transfer), jasa penagihan (inkaso), jasa kliring, penjualan mata uang asing, serta jasa bank lainnya.
Lembaga Keuangan adalah Suatu perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, menghimpun dana, menyalurkan dana atau keduanya.
Di mata kuliah ini, saya dan teman-teman AP203 mengunjungi Museum Bank Indonesia.
Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.
Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik. Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dan mengunjunginya tidak dipungut biaya.
Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia terdiri dari dua lantai yang dapat dijelajahi oleh pengunjung. Lantai pertama terdiri dari pintu masuk utama, pintu masuk belakang, ruang pengeluaran, dan pengedaran uang perpustakaan serta kafe museum. Sementara itu, lantai kedua terdiri dari lobi, ruang penitipan barang, ruang pelayanan pengunjung, ruang lokakarya teater, ruang pengantar sejarah, pra BI serta ruang pameran tetap, serta ruang emas.
Saat pertama masuk, saya dan teman-teman terlebih dahulu mendapatkan "kuliah singkat" oleh salah satu Bapak yang bekerja di Museum Bank Indonesia *saya lupa nama nya hehe*. Beliau menjelaskan mengenai Kelembagaan dan Peranan Bank Indonesia. Beliau juga menceritakan mengenai Krisis Moneter yang pernah terjadi di Indonesia. Kami juga berkesempatan untuk mendapatkan sesi tanya jawab. Kuliah singkat ini berlansung sekitar 2-3 jam. 



Setelah selesai, kami langsung menuju lantai dua karena tempat pemeran tetap koleksi yang ada di museum ini ada di lantai dua. Sebelum masuk saya dan teman-teman pun terlebih dahulu menitipkan tas  di tempat penitipan barang. Lalu setelah itu, kami pergi ke ruang pelayanan pengunjung dimana saat disana kami diberikan semacam tiket masuk untuk melihat-lihat pameran.

Lalu, saat pertama masuk kami melihat 12 ruang transaksi bank zaman dahulu. Dan disebelahnya terdapat monumen peresmian museum.
Ada berbagai macam peninggalan, fasilitas dan informasi sejarah yang dapat ditemukan di Museum Bank Indonesia, seperti mata uang baru, kursi koin, pintu baja, koleksi uang dari berbagai dunia dan tahun, informasi sejarah, bank tempo doeloe, karya – karya yang seru dan lucu, ruang teater dan taman luas di tengah – tengah bangunan.
Ada juga logo dari Bank Indonesia sempat berubah-ubah dari waktu ke waktu, sampai logo dari Bank Indonesia yang dipakai sekarang. Kami pergi ke ruangan tempat penyimpanan emas. Disana, tedapat banyak emas batangan yang disimpan di dalam sebuah lemari kaca besar.

Di Museum Bank Indonesia banyak sekali pengetahuan yang dapat saya ambil. Saya jadi mengetahui bagaimana 
sejarah panjang dalam dunia perbankan di Indonesia.Terimakasih kepada bapak Dachi yang telah memberikan kesempatan kepada saya dan teman-teman untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia.
SEMANGAT!


By : Vera Nur Yuliantini AP203

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar