Bersaing di MEA, UKM Depok harus paham digital marketing
18.30 |
Depok News — Pemasaran secara digital (digital marketing)
menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di era
perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kampung Teknologi
Foundation (KTF) Depok pun mengadakan pelatihan digital marketing bagi pelaku UKM.
KTF Depok mengadakan pelatihan digital marketing bertema “Mengenal
Sosial Media dan Memilih Sosial Media yang Tepat”. Materi diawali
urgensinya digital marketing bagi bisnis, keunggulan sosial
media, hingga praktek membuat sosial media bisnis dan optimasi iklan.
Suasana pelatihan dibuat santai hingga sesi kecil dengan sekira 10
peserta bisa berjalan interaktif dengan narasumber praktisi digital
marketing. Pelatihan mulai pukul 13.00-17.00 WIB tersebut membuat
peserta makin penasaran mempraktekkan sendiri ilmu yang didapat. Salah
satunya bagi Karno Ganjar Prasetyo (30) yang menekuni bisnis properti www.jualrumah.id.
“Saya
ingin setiap properti yang saya jual, bagaimana caranya, dengan sosmed
bisa ke banyak orang. Tidak hanya dengan beriklan di situs properti
resmi, yang penjualan usaha enggak juga cepat. Dengan pelatihan ini,
kita dijari buat fanspage untuk memperkecil area yang kita sebut segmen tertarget,” katanya kepada Depok News saat ditemui di KTF Jalan Kamboja No. 17 C RT01/05 Kampung Areman Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis, Kamis 21 Januari 2016.
Karno mengaku mendapatkan ilmu tambahan tentang Google adsense, juga
YouTube yang selama ini dipahami sebagai media hiburan, ternyata juga
bisa menghasilkan uang. Pelatihan digital marketing KTF Depok kali ini
menjadi yang pertama bagi Karno meski mengetahui manfaatnya. Pasalnya,
berdasar informasi yang dia himpun dari beberapa lembaga pelatihan
digital marketing, biaya yang dipatok bisa mencapai Rp5 juta untuk lima
sesi. Sementara, di KTF Depok dia hanya membayar Rp50 ribu.
“Mereka memasang tarif mahal dengan alasan narasumbernya mahal dan
materinya unik, bahkan terkesan permintaan. Apalagi, tujuan pesertanya
untuk bisnis,” tutur warga Beji ini.
Praktisi digital marketing yang menjadi narasumber
pelatihan, Yudi Bahtiar, mengatakan bahwa ilmu optimasi media sosial
harus dikuasai pelaku bisnis. Tujuannya adalah brand awarness
atau menyadarkan masyarakat terhadap keberadaan produk atau jasa yang
ditawarkannya. Caranya adalah dengan menyeragamkan user name di berbagai
media sosial yang digunakan.
“Tujuan lainnya mencari konsumen tertarget sesuai produk atau jasa
kita. Dengan begitu diharapkan aktivasi media sosial bisa memudahkan
kita menyusun strategi bisnis,” jelasnya.
Banyaknya teman yang dimiliki pelaku usaha, tambah Yudi, adalah calon
pelanggan sesuai produk atau jasa merek. Ketika menulis status ataupun
mengunggah foto dan video, mereka bisa memaksimalkan dan menyesuaikannya
dengan calon pelanggan.
“Jadi, enggak ada yang sia-sia ketika kita posting status
ataupun foto dan video,” tambah lulusan Sastra Arab Universitas Negeri
Jakarta (UNJ) ini.
Menurutnya, tren aktivasi digital marketing telah dimulai di
Indonesia sejak 2012, dimana banyak orang marak menggunakan media
sosial untuk transaksi jual beli. Tren semakin booming di 2015, seiring bertambah semarak market place, seperti OLX, Tokopedia, dan sebagainya. Karena itu, tandas dia, pelaku UKM harus memahami digital marketing jika tidak ingin tergilas persaingan yang kian global.
“ASEAN jadi area perdagangan bebas. Negara lain iklim usaha online-nya
sudah mendukung, termasuk kebijakan dan pemerintahnya. Pelaku UKM harus
mau belajar dan buka pikiran, enggak perlu minder,” terangnya.
Dia menyarankan pelaku UKM untuk bergabung komunitas sehingga bisa saling berbagi ilmu dan informasi, termasuk soal digital marketing. “Komunitas akan membekali anggotanya untuk sama-sama maju,” ucapnya.
Sementara itu, Pendiri KTF Depok, Harjianto, mengatakan bahwa pelatihan digital marketing digelar rutin setiap bulannya. Materi yang disampaikan akan berbeda tiap sesinya, dengan maksimal 15 peserta.
Setelah pelatihan membuat toko online, dia berharap pelaku
UKM ada tindak lanjut untuk berkoordinasi terkait perkembangan usahanya.
Jika tidak memiliki fasilitas internet dan komputer, KTF Depok
menyediakannya secara gratis.
sumber : http://www.depoknews.id/bersaing-di-mea-ukm-depok-harus-paham-digital-marketing


0 komentar:
Posting Komentar